info@smam25.sch.id 021-749 5981
Kembali ke Daftar Artikel
Karya Tulis & Opini

Partisipasi Semesta…

Zaky Anshari, SE. MM., M.Pd. 20 May 2026 68 Dilihat 0 Dibagikan
Bagikan: X
Partisipasi Semesta…

Ketika sebuah Kepercayaan berbicara Lebih keras dari sekedar kata-kata

 

Ada momen-momen tertentu dalam perjalanan sebuah sekolah yang tidak bisa sepenuhnya dijelaskan hanya dengan angka atau laporan. Momen ketika kita berhenti sejenak, menarik napas, dan merasakan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri yang sedang bekerja. Bagi saya, 20 Mei 2026 adalah salah satu momen itu.

Pada tanggal tersebut, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Muhammadiyah 25 Pamulang resmi kami tutup. Bukan karena waktu pendaftaran habis. Bukan karena ada perubahan kebijakan. Tapi karena kuota sudah terpenuhi sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai.

 

Syukur Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan keberkahan dan rezeki yang tidak pernah disangka-sangka. Ini bukan hasil kerja kami semata. Ini adalah izin-Nya.

 

Sebagai guru yang setiap harinya berkutat dengan kegiatan pembelajaran di SMA Muhammadiyah 25, saya tahu persis betapa panjang dan berliku jalan yang telah dilalui. Setiap capaian yang ada hari ini adalah akumulasi dari pilihan-pilihan kecil yang dibuat oleh banyak orang, para guru yang hadir lebih awal untuk mempersiapkan pelajaran, para staf yang melayani orang tua dengan hangat, para murid yang bertumbuh dan membawa nama sekolah ini dengan bangga ke tengah masyarakat. Kepercayaan yang diberikan orang tua kepada kami hari ini bukan turun dari langit begitu saja. Ia dirajut, satu benang satu benang, dari pengalaman nyata yang dirasakan anak-anak mereka di dalam kelas.

 

Evaluasi pembelajaran tahun ini mengungkap beberapa hal yang tidak boleh kita abaikan. Masih ada ruang kelas di mana pendekatan mengajar belum sepenuhnya merespons keberagaman cara belajar murid. Ada murid yang visual, ada yang lebih mudah memahami sesuatu melalui diskusi, ada yang butuh waktu lebih untuk menyerap materi. Tidak semuanya terlayani dengan baik. Di sisi pelayanan, kami juga menemukan bahwa umpan balik dari guru kepada murid kadang masih berhenti di nilai angka tanpa narasi yang cukup untuk membantu murid mengerti ke mana harus melangkah selanjutnya. Ini yang ingin kami benahi.

 

Untuk tahun ajaran yang akan datang, kami telah merancang beberapa langkah yang lebih konkret. Program coaching antar guru akan diperkuat, bukan sekadar pelatihan satu arah, tapi percakapan profesional yang terjadi di antara sesama guru tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak di kelas masing-masing. Sistem asesmen formatif akan kami tata ulang agar lebih bermakna dan bukan hanya alat ukur, tapi alat bantu belajar yang bisa digunakan murid untuk memahami perkembangan diri mereka sendiri.

 

Pada kesempatan saya ingin menyinggung satu gagasan yang belakangan ini semakin sering terdengar dan semakin terasa relevan, yaitu partisipasi semesta. Sekolah yang baik bukan hanya tanggung jawab kepala sekolah dan guru. Ia adalah tanggung jawab bersama, ada orang tua, ada komunitas, ada alumni, bahkan murid itu sendiri. Ketika orang tua aktif berkomunikasi dengan guru soal perkembangan anaknya, itu adalah partisipasi semesta. Ketika seorang alumni kembali berbagi pengalaman kepada adik-adik kelasnya, itu adalah partisipasi semesta. Penutupan SPMB yang lebih awal dari jadwal ini pun, sejatinya, adalah bukti bahwa semesta sedang berpartisipasi, semesta menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat Pamulang dan sekitarnya sedang bergerak menuju SMA Muhammadiyah 25 bukan karena promosi, tapi karena satu kata yang disebut dengan keyakinan. Keyakinan itu harus kami jaga dengan sungguh-sungguh.

 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki tagline yang sederhana tapi sarat makna, pendidikan bermutu untuk semua. Bukan untuk sebagian, bukan hanya untuk yang sudah pintar dari rumah, bukan juga untuk yang tidak punya masalah. Tapi untuk semua, termasuk murid yang berjuang, murid yang datang dari keluarga yang sedang kesulitan, murid yang mungkin belum menemukan cara terbaik mereka untuk belajar. Itulah cita-cita yang ingin kami pegang sebagai arah kerja kami ke depan.

 

SMA Muhammadiyah 25 Pamulang bukan hanya sekolah yang ingin penuh murid. Kami ingin menjadi sekolah yang benar-benar hadir untuk setiap murid yang duduk di kursi-kursi itu. Karena pada akhirnya, keberhasilan kami bukan diukur dari seberapa cepat kuota terpenuhi, melainkan dari seberapa jauh setiap anak yang pernah belajar di sini tumbuh menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang taat dan bermanfaat (sebagaimana Kepala Sekolah kami sering ucapkan) bagi keluarganya, masyarakatnya, dan agamanya.

 

Semoga Allah meridai langkah-langkah kami, menjaga niat kami tetap lurus, dan memudahkan setiap ikhtiar yang kami lakukan untuk anak-anak yang telah dipercayakan kepada kami. Aamiin ya Rabbal 'alamin.